Kategori: Berita
Published December 12, 2025

Padang (LPPM UNAND) — Universitas Andalas kembali menurunkan Tim Tanggap Bencana ke-5 untuk memperkuat penanganan dampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim ini ditugaskan berdasarkan Surat Tugas Nomor 643/UN16.19/PM/2025 yang diterbitkan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas.

Tim ke-5 ini akan bertugas pada 12–14 Desember 2025, sekaligus menggantikan Tim ke-4 yang telah menjalankan tugasnya di lapangan sejak 10–12 Desember 2025. Pergantian tim dilakukan untuk menjaga keberlanjutan layanan, efektivitas koordinasi, serta stamina para personel yang bekerja di tengah kondisi lapangan yang menantang.

Komposisi Tim Tanggap Bencana ke-5

Tim dipimpin oleh:

  • dr. Hermansyah, Sp.OT (K)  — Ketua Tim

Dengan anggota:

  1. dr. Alyando
  2. dr. Randhy Martias
  3. dr. Azhardin Maralaut
  4. dr. Ritno Ryadi
  5. dr. Noce Fenobileri
  6. dr. Ridwan
  7. dr. Lukman Hakim
  8. Dr. Maya Melisa Wiry
  9. dr. Adrifen Berti Akbar
  10. Apt. YN Tanzilal Chaniago, S. Farm
  11. Apt. Ahmad Radhya Dionanda, S. Farm
  12. Hogi Lesmana

Personel ini merupakan gabungan tenaga medis, tenaga kesehatan, humas, dan dosen dari berbagai disiplin ilmu yang akan memberikan layanan kedaruratan, asesmen kesehatan dan kebutuhan masyarakat, dukungan psikososial, serta pendampingan teknis selama masa tugas.

Pendanaan dan Dukungan Program Pemerintah

Seluruh biaya pelaksanaan kegiatan tim ke-5 ini dibebankan kepada Program Tanggap Darurat Bencana DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam penanganan bencana nasional.

Komitmen Berkelanjutan UNAND dalam Penanganan Bencana

Ketua LPPM UNAND menegaskan bahwa penurunan Tim ke-5 merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Universitas Andalas untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana.

“UNAND memastikan bahwa setiap tim yang diturunkan bekerja secara maksimal, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan memberikan intervensi yang dibutuhkan masyarakat. Pergantian tim dilakukan agar respons tetap cepat, terukur, dan berkelanjutan,” demikian keterangan resmi LPPM.

Dengan hadirnya Tim Tanggap Bencana ke-5 ini, UNAND berharap dapat memperkuat upaya pemulihan masyarakat di Kabupaten Agam dan wilayah lain yang terdampak banjir bandang, serta memastikan keberlanjutan pelayanan di titik-titik kritis selama masa darurat.

Humas LPPM Universitas Andalas