Agam (LPPM UNAND) — Tim Tanggap Bencana Universitas Andalas (UNAND) ke-9 telah menuntaskan misi tanggap darurat bencana di Kabupaten Agam. Setelah melaksanakan tugas pelayanan dan pendampingan selama tiga hari di lokasi terdampak, tim kembali ke Padang pada hari ini. Keberhasilan pelaksanaan misi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Universitas Andalas dalam mendukung penanganan bencana di wilayah Sumatera Barat.
Tim ke-9 ini dipimpin oleh konsulen dr. Rahmat Taufik, Sp.B, Subsp. Onk(K), MH, dengan dukungan tenaga medis lintas keahlian yang terdiri atas dr. Ariel Alhamda (Bedah), dr. M. Adhitya Ryoca (Patologi Klinik), dr. Rusydi Kamal (Jantung), dr. Dian Pratiwi (Anak), dr. M. Randi Sakti Pratama (Obgyn), dan dr. Redo Kurniawan (Ilmu Penyakit Dalam). Selain itu, tim juga diperkuat oleh tenaga kefarmasian apt. Ahmad Radhya Dionanda, S.Farm, apt. Fahri A. Ramadhan, S.Farm, serta Apt. Yudi Nofrimadana, S.Farm, dan didukung oleh tim humas Adithya Alamsyah dan Abd Malik Pajar.
Selama bertugas, Tim Tanggap Bencana UNAND ke-9 memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak, mendukung operasional posko, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan setempat guna memastikan layanan berjalan optimal selama masa tanggap darurat.
Atas selesainya misi ini, tim menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, LPPM Universitas Andalas, dokter, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril dan materil sehingga kegiatan tanggap darurat bencana di Kabupaten Agam dapat berjalan dengan lancar.
Universitas Andalas akan tetap melanjutkan misi kemanusiaan di Kabupaten Agam, meskipun pengiriman tim selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana, UNAND juga menutup Posko UNAND di Lubuk Basung yang telah beroperasi selama kurang lebih tiga minggu. Namun demikian, masih akan ada tim yang diturunkan, khususnya ke wilayah Matur dan Maninjau, hingga akhir Desember 2025.
Ketua LPPM Universitas Andalas, Prof. Dr. techn. Marzuki, membenarkan hal tersebut. “Kami telah melakukan serah terima dengan Pemerintah Kabupaten Agam terkait beberapa layanan yang selama ini didukung oleh Universitas Andalas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa UNAND juga akan memperluas layanan ke daerah-daerah yang masih sangat membutuhkan bantuan, seperti Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok. “Universitas Andalas akan tetap menurunkan tim hingga akhir Desember 2025,” tutupnya.
Humas LPPM Universitas Andalas