Potret kinerja penelitian
Ketika pembicaraan tentang QS muncul di ruang publik, perhatian biasanya langsung tertuju pada angka peringkat. Padahal, bagi sebuah universitas, hal yang lebih penting justru adalah membaca apa yang sedang terjadi pada kinerja penelitian dan publikasi ilmiahnya. Di titik itulah ranking tracker menjadi berguna. Nilainya bukan terutama sebagai alat menebak hasil akhir, melainkan sebagai cara untuk melihat apakah fondasi performa akademik sebuah institusi sedang menguat atau tidak. Bagi Universitas Andalas, data pada QS Ranking Tracker untuk QS World University Rankings 2026 menunjukkan bahwa yang sedang bertumbuh bukan hanya satu indikator terpisah, melainkan keseluruhan ekosistem kinerja penelitian: keluaran ilmiah bertambah, pengaruh sitasi meningkat, jejaring internasional menguat, dan relevansi terhadap agenda keberlanjutan meluas.
Tracker ini tidak identik dengan hasil resmi QS, sehingga tidak tepat diperlakukan sebagai pengumuman ranking final. Yang dibaca di sini adalah perubahan kinerja ketika jendela publikasi bergeser satu tahun ke depan. Pada file tracker, basis QS WUR 2026 memakai publikasi periode 2019 sampai 2023, sedangkan nilai pelacakan yang lebih baru memakai periode 2020 sampai 2024. Perbandingan ini penting karena memberi gambaran apakah ada arah penguatan yang berlanjut pada sistem penelitian universitas, bukan sekadar kilasan sesaat dari satu tahun tertentu.
Sumber data file tracker berasal dari Scopus, yang merupakan bagian dari ekosistem data Elsevier. Data difilter pada kategori All Faculty areas dan mencakup artikel, ulasan, makalah konferensi, buku, serta bab buku. Di saat yang sama, self-citations pada level penulis dikecualikan. Artinya, pembacaan atas angka-angka ini diarahkan untuk melihat resonansi yang lebih luas dari publikasi UNAND, bukan sekadar pengulangan sitasi internal dalam lingkaran sempit. File tersebut juga mencatat bahwa pembaruan terakhir data dilakukan pada 1 Oktober 2025 dan diekspor pada 24 April 2026.
Dengan pijakan metodologis seperti itu, ranking tracker menjadi lebih relevan bila diposisikan sebagai cermin kinerja penelitian dan publikasi ilmiah. Yang sedang diukur bukan hanya banyaknya karya yang terbit, tetapi juga kemampuan institusi menghasilkan pengetahuan secara berkelanjutan, membuatnya dibaca dan dirujuk, memperluas jangkauan kolaborasi, serta menautkannya pada tema-tema yang dianggap penting secara global. Karena itu, nilai paling besar dari data ini bukan terletak pada kemungkinannya mengarah pada ranking tertentu, melainkan pada kemampuannya menunjukkan bahwa kerja akademik yang berlangsung di Universitas Andalas mulai meninggalkan jejak yang semakin kuat.
Jejak itu tampak cukup konsisten. Scholarly Output (QS) meningkat, Citations (QS) naik dengan laju yang lebih cepat, Normalized Total Citation Count (QS) ikut menguat, indikator International Research Network membaik, dan Publications considered for Sustainability melonjak paling tinggi di antara indikator utama lainnya. Kombinasi semacam ini penting karena menunjukkan bahwa penguatan kinerja UNAND bukan gejala satu dimensi. Ia terjadi pada produksi pengetahuan, pada pengaruh akademiknya, pada cara pengetahuan itu bergerak dalam jejaring internasional, dan pada keterhubungannya dengan agenda keberlanjutan. Dengan kata lain, yang sedang terbaca dalam tracker ini adalah penguatan fondasi, bukan sekadar kenaikan satu indikator teknis.
Produktivitas dan dampak ilmiah yang tumbuh bersama
Fondasi pertama yang paling mudah dikenali ialah produktivitas publikasi. Pada metrik Scholarly Output (QS), Universitas Andalas bergerak dari 5.566 menjadi 6.321 publikasi. Kenaikannya mencapai 755 publikasi, atau 13,6 persen. Untuk ukuran indikator institusional, kenaikan dua digit seperti ini cukup berarti karena menandakan bahwa kapasitas menghasilkan keluaran ilmiah yang terhitung dalam kerangka QS sedang bertumbuh. Ini bukan sekadar penambahan dokumen, tetapi sinyal bahwa mesin penelitian universitas bekerja lebih aktif dan lebih luas dibandingkan periode sebelumnya.
Kekuatan angka ini terletak pada cakupannya. Data tidak dibatasi pada satu jenis keluaran saja, tetapi mencakup artikel, ulasan, makalah konferensi, buku, dan bab buku. Karena itu, pertumbuhan dari 5.566 ke 6.321 menggambarkan dinamika ekosistem publikasi ilmiah yang cukup utuh. Ia menunjukkan bahwa aktivitas akademik UNAND tidak bergerak di satu saluran tunggal, melainkan hadir di berbagai bentuk produksi pengetahuan yang diakui dalam pemetaan global. Bagi universitas, produktivitas seperti ini sangat penting karena menjadi dasar visibilitas. Tanpa volume keluaran yang memadai, kontribusi ilmiah akan sulit hadir secara konsisten dalam arus percakapan akademik yang lebih luas.
Sinyal yang sama tetap terlihat pada angka pendukung. Deduplicated Count Scholarly Output naik dari 3.699 menjadi 4.235, atau bertambah 536 publikasi setara 14,5 persen. Sementara itu, Total Scholarly Output bergerak dari 5.603 menjadi 6.378, naik 775 atau 13,8 persen. Walaupun metrik-metrik ini bukan pusat pembacaan utama, keberadaannya menegaskan bahwa tren pertumbuhan tidak bergantung pada satu cara hitung saja. Ketika beberapa pendekatan penghitungan tetap menunjukkan arah yang sama, kita memperoleh dasar yang lebih kuat untuk mengatakan bahwa produktivitas penelitian memang sedang bertambah.
Hal yang menarik, pertumbuhan output itu tidak berhenti pada kuantitas. Pada metrik Citations (QS), UNAND bergerak dari 16.787 menjadi 19.651 sitasi. Kenaikannya mencapai 2.864 sitasi, atau 17,1 persen. Persentase ini lebih tinggi daripada pertumbuhan Scholarly Output (QS) yang sebesar 13,6 persen. Dalam pembacaan kinerja penelitian, ini adalah sinyal yang sangat penting. Artinya, publikasi yang bertambah itu tidak hanya menambah volume, tetapi juga semakin sering dirujuk. Dengan kata lain, pertumbuhan keluaran ilmiah mulai diikuti oleh pertumbuhan pengaruh akademik.
Makna sitasi memang berbeda dari sekadar jumlah dokumen. Sitasi menunjukkan bahwa sebuah karya bergerak keluar dari ruang produksinya, masuk ke dalam diskusi ilmiah yang lebih luas, lalu dipakai sebagai pijakan oleh peneliti lain. Karena itu, kenaikan sitasi yang lebih cepat daripada kenaikan output memberi pesan bahwa penguatan yang sedang terjadi di UNAND bukan sekadar soal produktivitas, melainkan juga soal daya serap dan resonansi pengetahuan. Di dalam dunia akademik, reputasi jangka panjang selalu berdiri di atas keseimbangan antara banyaknya karya yang dihasilkan dan kuatnya pengaruh karya itu setelah dipublikasikan.
Pembacaan ini diperkuat oleh Normalized Total Citation Count (QS) yang naik dari 11.611 menjadi 13.361. Kenaikannya sebesar 1.750 atau 15,1 persen. Indikator normalisasi penting karena membantu membaca dampak sitasi dengan ukuran yang lebih adil dan lebih terkalibrasi. Ketika nilai ini juga bertumbuh cukup tinggi, yang tampak bukan hanya akumulasi sitasi mentah, tetapi juga penguatan mutu pengaruh ilmiah dalam kerangka yang lebih proporsional. Hal yang sama terlihat pada Deduplicated Count Citations yang naik dari 11.514 menjadi 13.447, atau bertambah 16,8 persen, serta Total Citations yang naik dari 26.071 menjadi 29.944, atau 14,9 persen.
Ada pula angka Excluded self-citations yang bergerak dari 9.284 menjadi 10.293, naik 1.009 atau 10,9 persen. Namun angka ini perlu dibaca sebagai latar metodologis, bukan sebagai pusat narasi. Karena self-citations pada level penulis dikecualikan, maka penguatan sitasi pada indikator utama tidak layak disederhanakan sebagai hasil pengulangan rujukan internal. Yang justru mengemuka adalah penguatan resonansi yang lebih luas dari publikasi UNAND. Di sinilah hubungan antara produktivitas dan pengaruh menjadi penting: pertumbuhan output menyediakan basis visibilitas, sementara pertumbuhan sitasi menunjukkan bahwa visibilitas itu direspons oleh komunitas ilmiah.
Jejaring internasional dan relevansi keberlanjutan
Sesudah produktivitas dan dampak ilmiah, lapisan penting berikutnya adalah jejaring internasional. Pada metrik International Research Network (IRN) Scholarly Output (QS), Universitas Andalas bergerak dari 454 menjadi 536 publikasi. Kenaikannya sebesar 82 publikasi, atau 18,1 persen. Laju ini lebih tinggi daripada pertumbuhan Scholarly Output (QS) secara umum. Itu berarti perluasan kapasitas publikasi UNAND juga disertai penguatan keluaran ilmiah yang terhubung dengan jejaring riset internasional. Dalam pembacaan performa akademik global, hal ini penting karena pengetahuan kini semakin banyak bergerak melalui kolaborasi lintas lokasi dan lintas institusi.
Nuansa penting muncul ketika metrik jejaring dibaca lebih rinci. Locations (QS) naik dari 9,8 menjadi 10,2, atau bertambah 4,1 persen. Sementara itu, Partners (QS) bergerak tipis dari 26,2 menjadi 26,0, turun 0,8 persen. Penurunan kecil ini tidak perlu disembunyikan, tetapi juga tidak perlu dibesar-besarkan. Justru di sinilah pembacaan yang lebih matang diperlukan. Penguatan jejaring tidak selalu ditentukan oleh bertambahnya jumlah mitra secara nominal. Ketika locations naik sementara partners relatif stabil, kita bisa membaca bahwa jangkauan geografis kolaborasi tetap meluas dan efektivitas jejaring mungkin meningkat, meskipun jumlah nama mitra tidak bertambah.
Pembacaan itu diperjelas oleh kenaikan indeks jejaring. Non-Scaled International Research Network (IRN) Index (QS) meningkat dari 2,97 menjadi 3,58, bertambah 0,61 atau 20,5 persen. Lebih tegas lagi, International Research Network (IRN) Index (QS) naik dari 16,58 menjadi 20,36. Secara absolut kenaikannya 3,78 poin, dan secara persentase mencapai 22,8 persen. Ini adalah salah satu pertumbuhan paling kuat di dalam file tracker. Angka tersebut menunjukkan bahwa penguatan kinerja penelitian UNAND tidak hanya ditopang oleh banyaknya publikasi dan sitasi, tetapi juga oleh semakin efektifnya hubungan riset lintas jejaring.
Jejaring internasional penting karena ia memperluas sirkulasi gagasan. Universitas yang terhubung dengan ekosistem akademik lintas wilayah biasanya memiliki peluang lebih besar untuk membuat risetnya cepat terbaca, lebih mudah masuk ke percakapan internasional, dan lebih relevan terhadap isu yang berkembang di tingkat global. Karena itu, kenaikan IRN Index dari 16,58 menjadi 20,36 layak dibaca sebagai tanda bahwa kinerja penelitian UNAND tidak bergerak secara tertutup, melainkan semakin terhubung dengan infrastruktur intelektual yang lebih luas.
Penguatan jejaring ini berhubungan erat dengan indikator yang justru mencatat laju kenaikan tertinggi, yakni Publications considered for Sustainability. Pada metrik ini, UNAND bergerak dari 1.123 menjadi 1.525 publikasi. Kenaikannya mencapai 402 publikasi, atau 35,8 persen. Dibandingkan dengan pertumbuhan output 13,6 persen, sitasi 17,1 persen, dan IRN Index 22,8 persen, laju pertumbuhan publikasi yang dipertimbangkan untuk keberlanjutan tampak paling menonjol. Ini memberi sinyal kuat bahwa penguatan penelitian UNAND makin terhubung dengan tema-tema yang dipahami penting secara global.
Keberlanjutan dalam konteks ini tidak perlu dipersempit hanya sebagai label tematik. Ia lebih tepat dipahami sebagai penanda bahwa publikasi yang dihasilkan memiliki hubungan yang semakin besar dengan persoalan-persoalan luas yang dihadapi masyarakat dunia. Karena itu, lonjakan 35,8 persen menunjukkan bahwa pertumbuhan kapasitas riset UNAND tidak bergerak ke arah yang netral, melainkan makin dekat dengan agenda yang memiliki urgensi sosial dan global. Inilah yang membuat data tracker ini penting: ia menunjukkan bahwa produktivitas, dampak, jejaring, dan relevansi tidak bergerak sendiri-sendiri, tetapi saling menopang.
Pada akhirnya, hasil dari tracker ini bukanlah bahwa hasil QS final sudah bisa ditebak, melainkan bahwa fondasi kinerja penelitian dan publikasi ilmiah Universitas Andalas sedang menguat dengan arah yang cukup konsisten. Produktivitas naik, pengaruh sitasi menguat, jejaring internasional menjadi lebih efektif, dan relevansi keberlanjutan bertumbuh paling cepat.
Penulis: Ikhwan Arief