Kategori: Artikel
Published October 30, 2026

Ikhwan Arief

Coba ketik nama Anda di openalex.org. Kemungkinan besar profil Anda sudah ada, lengkap dengan daftar karya, jumlah sitasi, dan afiliasi, meskipun Anda tidak pernah mendaftar. Mungkin juga ada yang janggal: satu artikel Anda tidak muncul, ada artikel orang lain yang nyasar, atau karya Anda terbagi ke dua profil berbeda.

Tulisan ini untuk dosen dan peneliti, dan menjawab tiga pertanyaan praktis: bagaimana karya dan profil Anda masuk ke OpenAlex, bagaimana merapikannya, dan bagaimana mencari literatur di OpenAlex supaya hasilnya benar-benar sesuai dengan yang Anda butuhkan.

OpenAlex secara singkat

OpenAlex adalah katalog terbuka publikasi ilmiah dunia, dikelola oleh organisasi nirlaba. Isinya lebih dari 320 juta karya beserta penulis, institusi, jurnal, topik, dan sitasinya. Datanya berlisensi CC0, jadi bebas dipakai siapa saja. Pencarian di situsnya tidak memerlukan akun dan tidak berbayar.

Bagi dosen di Indonesia, satu hal penting: OpenAlex tidak memasang syarat seleksi jurnal seperti Scopus atau Web of Science. Artikel di jurnal nasional yang memiliki DOI biasanya sudah tercatat di sana.

Bagaimana karya Anda masuk ke OpenAlex

Anda tidak perlu mengunggah apa pun ke OpenAlex. OpenAlex mengumpulkan data dari berbagai sumber terbuka, terutama Crossref (lembaga pendaftar DOI), lalu juga DataCite, PubMed, ORCID, ROR, DOAJ, dan ribuan repositori.

Jalur paling andal adalah DOI. Ketika jurnal mendaftarkan DOI artikel Anda ke Crossref, metadata artikel itu ikut terkirim: judul, nama penulis, afiliasi, abstrak, dan daftar referensi. OpenAlex mengambil data tersebut dan memakai DOI untuk memastikan satu artikel tidak tercatat dua kali. Karya tanpa DOI masih bisa masuk lewat repositori, tetapi dicocokkan berdasarkan judul dan nama penulis, cara yang lebih mudah meleset.

Artinya, mutu data Anda di OpenAlex sebagian besar ditentukan oleh jurnal tempat Anda menerbitkan. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan sendiri:

  • Utamakan jurnal yang memberi DOI pada setiap artikel.
  • Isi metadata dengan lengkap saat mengirim naskah di OJS, termasuk ORCID dan afiliasi.
  • Tulis afiliasi dengan nama resmi institusi, kota, dan negara. “Universitas Andalas, Padang, Indonesia” lebih mudah dikenali daripada singkatan fakultas.
  • Unggah salinan karya ke repositori kampus. OpenAlex memanen ribuan repositori institusi, dan salinan di repositori bisa membuat karya Anda tercatat sebagai akses terbuka.

Bagaimana profil penulis terbentuk

Profil penulis di OpenAlex tidak dibuat oleh penulisnya. Profil disusun oleh algoritma yang mengelompokkan nama-nama di jutaan artikel menjadi orang-orang yang berbeda. Nama “A. Rahman”, “Abdul Rahman”, dan “Rahman, A.” bisa jadi satu orang, bisa juga tiga orang yang berbeda.

Untuk memutuskannya, OpenAlex menimbang enam sinyal: kemiripan nama, rekan penulis, afiliasi, topik riset, pola sitasi, dan ORCID. Hasilnya umumnya baik, tetapi pada skala ratusan juta karya pasti ada yang keliru. Nama yang umum di Indonesia, atau penulis yang berganti institusi, termasuk yang paling rawan.

Peran ORCID

ORCID adalah sinyal identitas terkuat, tetapi ada satu hal yang sering disalahpahami. OpenAlex tidak mengambil daftar karya dari akun ORCID Anda. ORCID hanya terbaca jika tercantum pada artikel itu sendiri, yaitu ketika penerbit mengirimkannya bersama metadata ke Crossref. Punya akun ORCID saja belum cukup; nomornya harus ikut terkirim bersama setiap artikel.

Menurut dokumentasi OpenAlex, di seluruh korpus hanya sekitar satu dari enam kepengarangan yang membawa ORCID. Untuk karya terbitan 2023 ke atas, angkanya sekitar empat dari sepuluh. Jadi, profil tanpa ORCID adalah hal biasa. Kebiasaan paling berguna yang bisa Anda mulai sekarang: isi ORCID setiap kali mengirim naskah, dan periksa apakah ORCID itu muncul di halaman artikel setelah terbit.

Memeriksa dan merapikan profil Anda

Profil yang rapi membuat daftar karya, sitasi, dan afiliasi Anda tampil benar di OpenAlex dan di layanan lain yang memakai datanya. Masalah yang paling sering ditemukan:

  • Ada karya Anda yang tidak muncul di profil.
  • Ada karya orang lain yang masuk ke profil Anda.
  • Karya Anda terbagi ke dua profil atau lebih.
  • Ada nama yang salah atau varian nama yang bukan Anda.

Kabar baiknya, profil penulis bisa Anda perbaiki sendiri, tanpa mengirim tiket ke OpenAlex.

Langkah 1: klaim profil

Masuk ke openalex.org (buat akun gratis bila belum punya), cari nama Anda, buka profil yang paling cocok, lalu klik tombol Claim. Ada tiga cara membuktikan bahwa profil itu milik Anda:

  1. Email kampus yang sudah terverifikasi di akun Anda. Jika akun Anda memiliki email dari universitas, lembaga riset, atau instansi pemerintah, klaim langsung disetujui. Anda bisa menambahkan email kampus di menu Settings tanpa mengganti email utama. Ini cara termudah.
  2. ORCID. Jika profil itu membawa ORCID Anda, hubungkan ORCID di jendela klaim, dan klaim langsung disetujui.
  3. Artikel yang mencantumkan email Anda. Jika dua cara di atas tidak bisa, kirim tautan atau DOI artikel di profil tersebut yang memuat email akun OpenAlex Anda. Halaman profil di situs kampus tidak diterima sebagai bukti, karena siapa pun yang punya akses bisa mengubah isinya.

Klaim diperiksa otomatis, biasanya dalam beberapa menit.

Langkah 2: perbaiki isinya

Setelah klaim disetujui, Anda bisa:

  • menambah karya yang hilang, dengan mencari judul, menempelkan DOI, atau mengunggah CV agar karya di dalamnya dicocokkan otomatis;
  • menghapus karya yang bukan milik Anda, termasuk sekaligus banyak;
  • menghapus varian nama yang bukan Anda, yang otomatis melepas semua karya bernama tersebut;
  • mengganti nama tampilan.

Tidak ada tombol khusus untuk menggabungkan atau memisahkan profil. Keduanya dilakukan dengan memindahkan karya. Jika profil A dan B sama-sama Anda, klaim A lalu tambahkan semua karya B ke A; profil B yang kosong akan nonaktif dengan sendirinya. Jika ada karya orang lain di profil Anda, cukup hapus; algoritma akan memindahkannya ke profil yang benar.

Afiliasi, topik, dan metrik sitasi di profil tidak bisa diedit langsung, karena semuanya dihitung dari karya. Rapikan daftar karyanya, dan bagian lain ikut menyesuaikan. Perubahan biasanya tampil dalam sekitar dua hari.

Dua catatan lagi. Jika ORCID yang salah tercantum di salah satu artikel, itu data dari penerbit, jadi koreksinya lewat pengelola jurnal. Jika Anda ingin membantu merapikan profil orang lain, misalnya sebagai pustakawan atau staf LPPM, gunakan formulir tiket di openalex.org/contact dengan menyebut ID penulis, karya yang keliru, dan buktinya.

Menemukan karya yang tepat

Bagian kedua tulisan ini soal mencari literatur. Mesin pencari yang cakupannya luas punya kelemahan yang sama: semakin banyak data, semakin banyak hasil yang tidak relevan. Kuncinya ada pada cara Anda menyusun pencarian.

Pencarian dasar

Kotak pencarian di openalex.org sudah cukup untuk kebanyakan keperluan. Secara bawaan, OpenAlex mencari di judul, abstrak, dan kata kunci (keywords) yang ditetapkan untuk setiap karya, lalu mengurutkan ulang hasilnya supaya karya yang paling jelas membahas topik Anda muncul di atas. Pencarian lewat kata kunci ini menjaring artikel yang memakai istilah berbeda untuk topik yang sama, bahkan artikel yang tidak memiliki abstrak.

Setelah itu, persempit hasil dengan filter di samping: tahun terbit, jenis karya, status akses terbuka, institusi, dan lainnya. Setiap filter juga menunjukkan sebaran hasil, misalnya berapa karya per tahun atau per negara. Hasil bisa diurutkan menurut jumlah sitasi atau tanggal, lalu diekspor ke CSV.

Mengapa hasilnya sering terlalu banyak

Ambil contoh topik stunting pada balita di Indonesia. Kata “stunting” ternyata juga dipakai di bidang lain: lebih dari 16 ribu karya di OpenAlex menyebut stunting bersama kata tanaman, panen, atau virus, misalnya pertumbuhan tanaman yang kerdil. Belum lagi artikel yang membahas topik yang sama dengan istilah lain, atau yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Untuk pencarian yang lebih terarah, OpenAlex menyediakan tab OQL (OpenAlex Query Language) di halaman pencarian. Bentuknya kalimat bahasa Inggris sederhana, dan aturannya mirip dengan basis data lain:

  • Kata tanpa tanda kutip dicocokkan bersama bentuk turunannya: intervention juga menemukan interventions.
  • Kata dalam tanda kutip dicocokkan persis: “under five”.
  • Tanda bintang mewakili akhiran apa saja: toddler* menemukan toddler dan toddlers.
  • AND, OR, dan NOT ditulis dengan huruf kapital.

Caranya: kelompokkan sinonim dengan OR dalam satu blok, lalu gabungkan blok-blok itu dengan AND.

Contoh: menyaring dari 85 ribu menjadi 7 ribu

Tabel berikut menunjukkan bagaimana hasil pencarian menyempit langkah demi langkah. Angkanya diambil pada 30 Oktober 2026 dan akan bertambah seiring waktu.

LangkahJumlah karya
Kata stunting di judul atau abstrak85.750
Ditambah blok anak: (stunting atau growth faltering) dan (toddler, under five, child)37.924
Ditambah blok Indonesia7.502
Ditambah istilah bahasa Indonesia (balita, anak) ke blok anak11.423
Dibatasi artikel jurnal terbitan 2020–20257.908
Dibatasi yang akses terbuka7.655

Kueri terakhirnya, yang bisa langsung ditempel ke tab OQL:

get open access articles from 2020–2025 with ((stunting OR “growth faltering”) AND (toddler* OR “under five” OR child* OR balita OR anak) AND Indonesia*) in the title or abstract

Perhatikan baris keempat. Menambahkan istilah bahasa Indonesia justru menambah hampir empat ribu karya, karena banyak artikel jurnal nasional memakai kata “balita” dan “anak” di judul atau abstraknya. Untuk topik lokal, selalu sertakan istilah dalam kedua bahasa.

Kiat agar hasilnya sesuai harapan

  • Periksa 20 sampai 30 hasil teratas. Jika banyak yang tidak relevan, cari kata yang menjadi penyebabnya, lalu persempit bloknya atau keluarkan dengan NOT.
  • Lihat sebaran hasil per tahun dan per jenis karya. Lonjakan aneh di satu tahun, atau banyak jenis dokumen yang tidak terduga, biasanya tanda ada istilah yang terlalu longgar.
  • Jika Anda sudah punya strategi pencarian dari Scopus, PubMed, atau Web of Science, tempelkan saja ke kotak pencarian openalex.org. OpenAlex menerjemahkannya ke OQL dan menampilkan bagian mana saja yang dibaca berbeda dari aslinya.
  • Simpan kueri Anda. Satu kalimat OQL bisa dijalankan ulang kapan saja, dibagikan ke rekan peneliti, dan dicantumkan di bagian metode.
  • Simpan pencarian di akun Anda dan aktifkan pemberitahuan (alert). OpenAlex akan mengirim email berisi karya baru yang cocok dengan pencarian Anda, setiap hari, minggu, atau bulan.

Satu hal perlu diingat: tidak ada pencarian yang menjamin semua karya relevan tertangkap. Kata kunci di OpenAlex ditetapkan oleh model, sehingga sebagian bisa keliru, dan sekitar 11% karya tidak memiliki kata kunci sama sekali. Untuk kajian sistematis, gabungkan pencarian teks dengan kata kunci, sebutkan dengan jelas bagian mana yang dicari (misalnya judul dan abstrak), dan tetap lakukan penyaringan manual.

Ringkasan untuk dimulai hari ini

  1. Cari nama Anda di openalex.org dan periksa profilnya.
  2. Tambahkan email kampus ke akun OpenAlex Anda, lalu klaim profil.
  3. Tambahkan karya yang hilang, hapus yang bukan milik Anda, dan gabungkan profil ganda.
  4. Untuk naskah berikutnya, isi ORCID dan afiliasi resmi, dan unggah salinannya ke repositori kampus.
  5. Saat mencari literatur, susun blok sinonim dalam dua bahasa, periksa hasil teratas, dan simpan kuerinya.

Rujukan