Padang (LPPM UNAND) — Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Andalas menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang kegiatan kajian teknis dan penyusunan rencana penanganan jalan provinsi.
Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di Kantor Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung perencanaan pembangunan infrastruktur jalan yang berbasis kajian ilmiah, data teknis, dan kebutuhan lapangan.
PKS tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, ST., MT, dan Ketua LPPM Universitas Andalas, Prof. Dr. techn. Marzuki.
Melalui kerja sama ini, LPPM Universitas Andalas akan berperan dalam mendukung kegiatan kajian teknis serta penyusunan rencana penanganan jalan provinsi. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kualitas analisis, memberikan rekomendasi berbasis keilmuan, serta membantu pemerintah daerah dalam merumuskan prioritas penanganan infrastruktur jalan secara lebih tepat, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan kerja sama tersebut, LPPM Universitas Andalas menunjuk Ketua Pusat Studi Transportasi atau Pustrans, Yosritzal, Ph.D, sebagai ketua pelaksana kajian. Penunjukan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas kajian melalui pendekatan akademik, teknis, serta analisis yang berbasis pada kondisi dan kebutuhan lapangan.
Ketua LPPM Universitas Andalas, Prof. Dr. techn. Marzuki, menyampaikan bahwa kerja sama ini perlu dilaksanakan secara serius dan profesional agar memberikan manfaat yang luas. Ia berharap tim pelaksana dapat bekerja dengan baik, tidak hanya untuk kepentingan Universitas Andalas, tetapi juga untuk mendukung pembangunan Sumatera Barat.
“Tim diharapkan dapat bekerja dengan baik, sehingga hasil kajian ini tidak hanya bermanfaat bagi UNAND, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi Sumatera Barat,” ujar Marzuki.


Kerja sama ini juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian teknis dan penyusunan rencana penanganan jalan provinsi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang tangguh, berkualitas, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena infrastruktur jalan yang baik berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas, keselamatan, mobilitas masyarakat, serta konektivitas antarwilayah.
Kolaborasi antara Dinas BMCKTR Sumbar dan Universitas Andalas juga mencerminkan pelaksanaan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kerja sama pemerintah daerah dan perguruan tinggi, proses pembangunan dapat didukung oleh kajian akademik, data teknis, dan rekomendasi berbasis keilmuan. Dengan demikian, kebijakan dan program penanganan jalan provinsi diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang kuat dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Andalas untuk memperluas kontribusi akademik dalam pembangunan daerah. Melalui LPPM, kepakaran dosen dan pusat studi di lingkungan Universitas Andalas dapat dimanfaatkan secara langsung untuk menjawab persoalan riil masyarakat, khususnya dalam bidang infrastruktur, transportasi, tata ruang, dan pelayanan publik.
Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai penting untuk memastikan perencanaan penanganan jalan provinsi dilakukan secara komprehensif. Kajian teknis yang baik akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan jalan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


Dengan ditandatanganinya PKS ini, kedua pihak berkomitmen untuk memperkuat kerja sama kelembagaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur jalan provinsi di Sumatera Barat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan konektivitas wilayah, keselamatan transportasi, pemerataan pembangunan daerah, serta pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan.
Humas LPPM
Universitas Andalas