Padang (LPPM UNAND) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Kick Off Meeting kegiatan Pendampingan Sosial di Kabupaten Tanah Datar serta Pendampingan Pemulihan dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa, 7 Juli 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menjadi langkah awal pelaksanaan program pendampingan di daerah pascabencana dengan dukungan penuh dari BNPB. Program ini diarahkan untuk memperkuat proses pemulihan masyarakat, lingkungan, dan sumber daya lokal di wilayah terdampak bencana.
Kick Off Meeting ini dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya perwakilan Direktorat Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, BPBD, Bappeda, dinas terkait, serta tim pelaksana kegiatan dari Universitas Andalas.
Ketua LPPM Universitas Andalas, Prof. Dr. techn. Marzuki, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BNPB yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Andalas untuk melaksanakan pendampingan ini. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut merupakan amanah penting bagi Universitas Andalas untuk hadir dan berkontribusi dalam proses pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
“Universitas Andalas melalui LPPM siap berkontribusi melalui kepakaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan ini diharapkan tidak hanya membantu proses pemulihan, tetapi juga memperkuat ketangguhan masyarakat dan meningkatkan produktivitas sumber daya lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pendampingan pascabencana tidak hanya berfokus pada pemulihan, tetapi juga pada penguatan ketangguhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Selain sambutan dari Ketua LPPM Universitas Andalas, kegiatan ini juga diisi dengan arahan dari Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat serta Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sosial Ekonomi dan Lingkungan Hidup BNPB.
Dalam kegiatan tersebut, dua materi utama dipaparkan oleh tim ahli Universitas Andalas. Materi pertama berjudul “Pendampingan Pemulihan dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Daerah Pascabencana Kabupaten Pesisir Selatan” disampaikan oleh Mahdi, S.P., M.Si., Ph.D. Sementara itu, materi kedua berjudul “Pendampingan Sosial di Daerah Pascabencana Kabupaten Tanah Datar” disampaikan oleh Dr. Indraddin, M.Si.
Melalui kegiatan ini, LPPM Universitas Andalas bersama para pemangku kepentingan berupaya menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah-langkah strategis agar pendampingan pascabencana dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program pendampingan ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sosial di Kabupaten Tanah Datar serta mendorong pemulihan lingkungan dan peningkatan produktivitas sumber daya alam di Kabupaten Pesisir Selatan.
Pada akhir kegiatan, Ketua LPPM Universitas Andalas menegaskan komitmen lembaganya untuk menjaga keberlanjutan program. Ia menyampaikan bahwa daerah-daerah yang saat ini menjadi lokasi pendampingan akan diarahkan sebagai lokus prioritas pengabdian kepada masyarakat Universitas Andalas ke depan.
“Jika pemerintah kabupaten atau dinas terkait memiliki program dan anggaran untuk kegiatan serupa pada tahun mendatang, Universitas Andalas sangat terbuka untuk membangun kolaborasi melalui pemadanan pendanaan. Dengan demikian, pendampingan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Humas LPPM Universitas Andalas