Kategori: Berita
Published February 2, 2026

Padang (LPPM UNAND) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas mengumpulkan seluruh wali nagari, kepala desa, lurah, dan camat yang wilayahnya ditetapkan sebagai daerah binaan Universitas Andalas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (2/2/2026) dalam rangka Workshop Daerah Binaan Universitas Andalas.

Workshop dibuka secara resmi oleh Ketua LPPM Universitas Andalas, Prof. Dr. techn. Marzuki. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penetapan daerah binaan UNAND telah melalui proses yang panjang dan selektif, mulai dari tahap pendaftaran, seleksi wawancara, hingga pelaksanaan kunjungan lapangan (site visit). Dari total 120 wilayah yang mendaftar, Universitas Andalas akhirnya menetapkan 16 daerah binaan setingkat nagari dan 1 wilayah setingkat kecamatan.

Menurut Prof. Marzuki, jumlah tersebut memang tidak besar, namun dipilih dengan pertimbangan agar proses pembinaan dapat dilakukan secara serius dan berkelanjutan. “Banyak daerah binaan tetapi hanya sebatas label tidak akan membawa manfaat. Namun jika 17 daerah ini berhasil dibina dengan baik, lalu dilanjutkan dengan 17 daerah berikutnya, maka secara bertahap Sumatera Barat akan bergerak maju,” ujarnya.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.PPM., Akt., CA., CRGP., yang hadir pada sesi siang kegiatan, turut memberikan motivasi kepada para pimpinan nagari, desa, kelurahan, dan kecamatan. Ia menekankan pentingnya setiap daerah memiliki produk unggulan yang bernilai ekonomi. “Produk yang saat ini belum mampu menembus pasar ekspor, melalui pembinaan yang tepat, harus kita dorong agar ke depan mampu bersaing di tingkat global,” kata Rektor.

Workshop Daerah Binaan ini berlangsung selama satu hari penuh. Luaran utama kegiatan adalah tersusunnya peta jalan (roadmap) pembinaan daerah binaan untuk tiga tahun ke depan. Penyusunan peta jalan dilakukan secara partisipatif oleh masing-masing daerah binaan bersama tim Universitas Andalas, sehingga program pembinaan yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.

Untuk mendukung efektivitas pembinaan, LPPM Universitas Andalas telah menetapkan koordinator pendamping bagi setiap daerah binaan. Koordinator ini berperan sebagai penghubung antara Universitas Andalas dan daerah binaan, sekaligus menjadi fasilitator dalam penyusunan dan pelaksanaan peta jalan pembinaan. Setiap aktivitas pengabdian di daerah binaan diharapkan terkoordinasi dengan pendamping agar selaras dengan roadmap yang telah disepakati. Meski demikian, pendampingan tidak bersifat eksklusif, karena seluruh dosen Universitas Andalas tetap dapat terlibat dalam kegiatan pembinaan.

Di Kabupaten Agam, daerah binaan meliputi Balingka di Kecamatan IV Koto yang didampingi oleh Dr. Ir. Riesi Sriagtula, S.Pt., M.P.; Koto Malintang dan Koto Kaciak di Kecamatan Tanjung Raya yang masing-masing didampingi oleh Prof. Dr. Ir. Aswaldi Anwar, M.P. dan Prof. Ir. Adrinal, Ph.D.; Lawang di Kecamatan Matur dengan koordinator Dr. Yesi Puspita, S.Sos., M.Si.; Sungai Tanang di Kecamatan Banuhampu yang didampingi Dr. Drs. Khairil Anwar, M.Si.; serta Gaduik di Kecamatan Tilatang Kamang dengan pendamping Prof. Dr. Indri Juliyarsi, M.P.

Di Kabupaten Pasaman, daerah binaan Panti Selatan di Kecamatan Panti didampingi oleh Khairil Agustoria, S.TP., M.T. Sementara itu, di Kota Bukittinggi, daerah Bukit Apit Puhun di Kecamatan Guguk Panjang mendapatkan pendampingan dari Prof. Dr. Ratni Primalita, S.E., M.M.

Untuk wilayah Kabupaten Tanah Datar, daerah binaan meliputi Pangian di Kecamatan Lintau Buo dengan koordinator Dr. Ir. Adrizal, Panyalaian di Kecamatan Sepuluh Koto yang didampingi Dr. Azrifirwan, M.Eng., serta Pariangan di Kecamatan Pariangan dengan koordinator Prof. Donard Games, M.Buss., Ph.D.

Pendampingan juga dilakukan di Kabupaten Sijunjung, tepatnya di Kampung Baru, Kecamatan Kupitan, dengan koordinator Prof. Dr. Ir. Firda Arlina, M.Si. Di Kabupaten Solok, daerah Paninggahan di Kecamatan Junjung Sirih didampingi oleh Dr. Verinita, M.Si. Sementara itu, di wilayah Kepulauan Mentawai, daerah Muara Sikabaluan di Kecamatan Siberut Utara didampingi oleh Dr. Drs. Zaiyardam, M.Hum.

Selain itu, di Kota Pariaman, daerah Lohong di Kecamatan Pariaman Tengah didampingi oleh Dr. Roni Ekha Putera, S.IP., M.PA. Di Kabupaten Lima Puluh Kota, daerah Koto Tuo di Kecamatan Harau mendapatkan pendampingan dari Dr. Indraddin, M.Si. Adapun di Kota Padang, daerah Pauh didampingi oleh Dr. Resti Rahayu, S.Si., M.Si.

Melalui penetapan koordinator pendamping dan penyusunan peta jalan pembinaan ini, LPPM Universitas Andalas berharap program pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kehadiran pendamping dari kalangan akademisi di setiap daerah binaan diharapkan mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di Sumatera Barat.

Humas LPPM Universitas Andalas