Padang (LPPM Unand), 06 Juli 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas menjalin kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh dalam penyusunan kajian kebutuhan bus dan trayek sebagai upaya mendukung pengembangan sistem transportasi publik yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan di Kota Payakumbuh.
Penandatanganan kesepakatan kerja sama dilaksanakan pada Senin (6/7) di Gedung LPPM Universitas Andalas. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh, Rajman Sunardi, ST, MT, dan Ketua LPPM Universitas Andalas, Prof. Dr. techn. Marzuki.
Dalam pelaksanaan kerja sama ini, LPPM Universitas Andalas menunjuk Ketua Pusat Studi Transportasi (Pustrans), Yosritzal, Ph.D, sebagai ketua pelaksana kajian. Penunjukan tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas kajian melalui pendekatan akademik, teknis, serta analisis yang berbasis pada kondisi dan kebutuhan lapangan.
Kajian kebutuhan bus dan trayek ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung penguatan sistem mobilitas perkotaan di Kota Payakumbuh. Melalui kajian yang komprehensif, pemerintah daerah diharapkan memperoleh dasar ilmiah dan teknis dalam menyusun kebijakan transportasi publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi di masa mendatang.


Selain memetakan kebutuhan jumlah armada dan jaringan trayek, kajian ini juga diarahkan untuk mendukung terwujudnya sistem transportasi yang lebih tertata, aman, nyaman, ramah lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Kerja sama ini sejalan dengan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) yang menekankan pentingnya penyediaan sistem transportasi publik yang aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di samping itu, kajian ini turut mendukung pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan infrastruktur transportasi berbasis kajian ilmiah serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mendorong pengembangan transportasi publik yang dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan menekan emisi gas rumah kaca.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi teknis mengenai kebutuhan bus dan trayek, tetapi juga menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan transportasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan kota dan kebutuhan masyarakat.

Melalui sinergi ini, Universitas Andalas kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penelitian terapan yang memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan pembangunan, termasuk di sektor transportasi. Hasil kajian yang disusun diharapkan mampu menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Payakumbuh dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang modern, berkeadilan, efisien, dan berkelanjutan.
Humas LPPM
Universitas Andalas