Kategori: Artikel
Published April 24, 2026

Dalam pembacaan global terhadap performa sebuah universitas, kekuatan institusi tidak lagi hanya diukur dari banyaknya artikel yang terbit atau tingginya sitasi akademik. Semakin penting pula untuk melihat apakah pengetahuan yang dihasilkan benar-benar dipakai di luar kampus, terutama dalam ruang pengambilan keputusan. Di titik inilah dampak penelitian Universitas Andalas layak dibaca lebih jauh. Berdasarkan pemetaan data internasional yang digunakan dalam artikel ini, publikasi para peneliti Universitas Andalas tidak hanya beredar dalam percakapan ilmiah, tetapi juga telah masuk ke dalam lanskap dokumen kebijakan yang diproduksi lembaga-lembaga berotoritas di tingkat global.

Framing ini perlu ditegaskan sejak awal agar pembaca tidak menyederhanakan pembahasan menjadi semata-mata soal peringkat. Sitasi kebijakan bukanlah indikator resmi QS. Namun, dalam lanskap pemeringkatan dan pemetaan global atas performa riset institusi, keberadaan publikasi yang dipakai dalam dokumen kebijakan merupakan tanda penting bahwa hasil penelitian telah melampaui ruang akademik. Ia menandakan bahwa pengetahuan yang lahir di universitas mulai digunakan dalam perumusan pedoman, rekomendasi, dan bahan pertimbangan kebijakan di tingkat nasional maupun internasional.

Artikel ini menggunakan tiga sumber data dengan fungsi yang berbeda. Dua sumber pertama berupa ringkasan metrik publikasi Universitas Andalas yang disitasi oleh dokumen kebijakan serta daftar rinci publikasi tersebut, yang berasal dari ekosistem Elsevier dan dipakai sebagai basis angka inti. Sumber ketiga berupa inventaris dokumen kebijakan yang berasal dari Overton dan digunakan untuk menggambarkan lanskap kebijakan yang lebih luas. Dengan demikian, artikel ini membedakan secara tegas antara angka inti yang konsisten untuk ringkasan dampak institusi dan inventaris kebijakan yang lebih besar sebagai konteks global.

Potret angka dampak kebijakan Universitas Andalas

Berdasarkan ringkasan metrik utama, terdapat 28 publikasi Universitas Andalas yang telah disitasi oleh dokumen kebijakan pada periode 2022-2026. Jumlah itu setara dengan 0,6 persen dari output yang terpantau dalam dataset ini. Dari publikasi tersebut, tercatat 55 dokumen kebijakan pengutip dengan total 59 policy citations. Jangkauan pengaruhnya melibatkan 30 policy bodies yang tersebar di 12 negara atau badan internasional. Angka-angka ini menunjukkan bahwa dampak kebijakan publikasi Universitas Andalas bukan peristiwa yang sporadis, melainkan mulai membentuk jejak yang dapat diukur dalam pengamatan global terhadap performa institusi.

Meski demikian, ada satu batas metodologis yang harus dijaga. Tiga sumber data yang tersedia tidak menyediakan pemetaan langsung antara dokumen kebijakan tertentu dan publikasi tertentu. Karena itu, artikel ini tidak menyatakan bahwa satu dokumen kebijakan spesifik mengutip satu artikel Universitas Andalas tertentu. Yang dapat dibahas secara sahih ialah dua sisi dampak secara paralel: publikasi Universitas Andalas yang paling banyak memperoleh sitasi kebijakan dan lanskap dokumen serta lembaga kebijakan yang paling menonjol dalam data.

Empat publikasi dengan dampak kebijakan tertinggi

Jika dilihat dari kolom policy citations, empat publikasi teratas Universitas Andalas menyumbang 27 dari total 59 sitasi kebijakan, atau sekitar 45,8 persen. Konsentrasi ini memperlihatkan bahwa dampak kebijakan tertinggi UNAND bertumpu pada beberapa tema yang sangat relevan secara global, yaitu transisi energi, kesehatan gizi, konsumsi pangan, dan lingkungan.

Publikasi dengan dampak kebijakan tertinggi adalah Moving beyond the NDCs: ASEAN pathways to a net-zero emissions power sector in 2050 yang terbit pada 2022 di Applied Energy. Dalam artikel ini, nama yang terhubung dengan Universitas Andalas adalah Pinto Anugrah dan Fadjar Goembira. Artikel tersebut memperoleh 12 policy citations, 149 sitasi akademik, dan Field-Weighted Citation Impact sebesar 8,27. Tema transisi energi dan jalur menuju sektor ketenagalistrikan rendah emisi sangat dekat dengan kebutuhan kebijakan publik, baik di tingkat regional maupun internasional. Karena itu, karya ini menjadi publikasi Universitas Andalas yang paling kuat resonansinya di ruang kebijakan.

Di bidang kesehatan publik, publikasi Incident type 2 diabetes attributable to suboptimal diet in 184 countries yang terbit pada 2023 di Nature Medicine menempati posisi kedua. Dalam tim penulis internasional artikel ini, nama yang berafiliasi dengan Universitas Andalas adalah Nur Indrawaty Liputo. Artikel tersebut memperoleh 6 policy citations, 146 sitasi akademik, dan FWCI sebesar 16,68. Tema diabetes tipe 2 yang dikaitkan dengan pola makan suboptimal berada di jantung perdebatan global tentang beban penyakit tidak menular, intervensi gizi, dan strategi pencegahan kesehatan masyarakat.

Masih dalam ranah kesehatan dan konsumsi pangan, artikel Sugar-sweetened beverage intakes among adults between 1990 and 2018 in 185 countries yang terbit pada 2023 di Nature Communications juga melibatkan Nur Indrawaty Liputo dari Universitas Andalas. Artikel ini memperoleh 5 policy citations, 96 sitasi akademik, dan FWCI sebesar 6,93. Karya tersebut menonjol karena berbicara langsung pada isu minuman berpemanis, suatu tema yang semakin sering menjadi dasar diskusi kebijakan pajak kesehatan, edukasi gizi, dan pengendalian faktor risiko penyakit metabolik. Kehadiran publikasi ini memperkuat kesan bahwa dampak kebijakan penelitian Universitas Andalas sangat terlihat pada isu kesehatan publik yang berskala luas.

Sementara itu, dari ranah lingkungan, artikel Mapping and monitoring peatland conditions from global to field scale yang terbit pada 2024 di Biogeochemistry juga memuat kontribusi Dian Fiantis dari Universitas Andalas. Artikel ini mencatat 4 policy citations, 81 sitasi akademik, dan FWCI sebesar 11,45. Tema lahan gambut memiliki relevansi yang besar dalam kebijakan iklim, konservasi ekosistem, pengelolaan sumber daya alam, dan mitigasi bencana lingkungan. Karena itu, publikasi ini menunjukkan bahwa dampak kebijakan penelitian Universitas Andalas tidak hanya hadir di bidang kesehatan, tetapi juga pada isu lingkungan yang penting dalam diskursus global.

Di luar empat karya utama tersebut, data juga menunjukkan jejak kebijakan pada sejumlah klaster lain, meskipun tidak diulas dalam artikel ini. Beberapa publikasi berkaitan dengan kesehatan klinis, tuberkulosis, pertanian dan kelembagaan petani, tata kelola sawit, serta hidrometeorologi. Hal ini memperlihatkan bahwa dampak kebijakan riset Universitas Andalas tidak bertumpu pada satu disiplin saja.

Lanskap kebijakan global yang menyerap korpus publikasi UNAND

Jika ringkasan Elsevier memberi gambaran inti tentang dampak kebijakan Universitas Andalas, maka inventaris Overton memperlihatkan ruang kebijakan global yang lebih luas tempat korpus publikasi itu hadir. Tercatat 147 entri dokumen kebijakan, 139 judul unik, 63 policy bodies, dan 26 negara atau badan. Angka ini lebih luas daripada ringkasan utama, sehingga tidak boleh dicampur dengan metrik 55 dokumen, 30 lembaga, dan 12 negara pada dataset QS-consistent. Namun, inventaris ini tetap penting karena menunjukkan medan kebijakan yang menjadi tempat beredarnya pengetahuan yang juga melibatkan publikasi Universitas Andalas.

Dalam lanskap tersebut, terlihat kemunculan lembaga-lembaga yang sangat berotoritas. World Health Organization muncul dalam 15 entri, Food and Agriculture Organization of the United Nations dalam 12 entri, CGIAR dalam 8 entri, Government of Switzerland dalam 7 entri, serta World Bank dan Pan American Health Organization masing-masing dalam 6 entri. Kehadiran nama-nama ini menunjukkan bahwa dampak kebijakan yang terkait dengan korpus publikasi Universitas Andalas hadir dalam ruang kesehatan global, pangan, pertanian, dan pembangunan internasional.

Di antara dokumen kebijakan yang paling kuat, tampak sejumlah contoh yang merepresentasikan keluasan arena tersebut. Ada pedoman NICE berjudul Maternal and child nutrition: nutrition and weight management in pregnancy, and nutrition in children up to 5 years. Ada pula dokumen dari Publications Office of the European Union, Literature review on the occurrence and population levels in soil of micro-organism species used in plant protection. Dari sisi pembangunan global, muncul Unlocking the Power of Healthy Longevity dari World Bank, dari ranah pangan dan iklim terdapat Update on scientific findings on the interactions between agriculture, food systems and climate change dari FAO, dan dari bidang kesehatan tampak Population-Based Helicobacter pylori Screen-and-Treat Strategies for Gastric Cancer Prevention dari IARC.

Hal yang paling penting dari data ini bukanlah sekadar jumlah dokumen yang mengutip, melainkan arah dampak yang mulai tampak. Penelitian Universitas Andalas telah melampaui ruang akademik dan mulai terbaca sebagai bagian dari percakapan kebijakan global. Dalam pengukuran dampak institusi pada tingkat internasional, situasi ini menunjukkan bahwa Universitas Andalas tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mulai memperlihatkan bahwa pengetahuan tersebut relevan bagi perumusan kebijakan.

Penulis: Ikhwan Arief