Padang (LPPM Unand), 07 Mei 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) guna merumuskan rancangan peta jalan (roadmap) penelitian, pengabdian, dan hilirisasi hasil riset untuk lima tahun ke depan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama delapan hari, mulai 20 hingga 30 April 2026, dengan melibatkan dosen dan peneliti lintas disiplin di lingkungan Universitas Andalas. FGD tersebut membahas arah strategis penelitian yang akan menjadi fokus utama institusi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi terhadap masyarakat.
Sebanyak delapan topik besar menjadi fokus pembahasan, yaitu Ketahanan pangan, Obat, Kesehatan, Inovasi sains, Inovasi mitigasi bencana, Inovasi teknologi dan industri, Sosial humaniora, serta Teknologi pengolahan sampah. Topik-topik ini dipilih sebagai bidang prioritas yang dinilai relevan dengan kebutuhan nasional dan potensi unggulan daerah.


Dalam kelompok ketahanan pangan, para peneliti membahas pengembangan komoditas strategis seperti jagung dan gambir. Fokus penelitian diarahkan pada upaya menghasilkan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi lingkungan dan serangan hama, sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan hingga tahap hilirisasi.


Sementara itu, pada bidang inovasi sains, teknologi, dan industri, diskusi menitikberatkan pada pentingnya mendorong hasil riset agar dapat diterapkan secara langsung di dunia industri. Para peneliti menekankan bahwa inovasi teknologi yang dihasilkan harus memiliki daya saing dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Di sektor teknologi pengolahan sampah, FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain pengembangan pusat pengumpulan sampah di lingkungan Universitas Andalas serta optimalisasi pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Selain itu, muncul dorongan untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah dalam distribusi hasil olahan tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan.
Ketua LPPM Universitas Andalas, Prof. Dr. Marzuki, menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan arah penelitian di lingkungan kampus. Menurutnya, penetapan fokus penelitian yang jelas akan mendorong keberlanjutan riset hingga tahap pengembangan produk, sehingga tidak berhenti pada tahap awal saja. “Melalui FGD ini diharapkan para peneliti dapat lebih fokus pada objek dan subjek penelitian yang telah ditetapkan, sehingga hasil penelitian dapat terus berkembang dan tidak terhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Melalui penyusunan peta jalan ini, Universitas Andalas menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset yang terarah, berkelanjutan, serta mampu menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah dan nasional.
Humas LPPM
Universitas Andalas