Pesisir Selatan (LPPM UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan stimulan kepada tiga kelompok masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (13/10/2026). Bantuan ditujukan untuk rehabilitasi jaringan air bersih dan lahan dalam mendukung pemulihan pascabencana.
Penyerahan berlangsung di Gedung UDKP IV Nagari Bayang Utara melalui Program Pendampingan Pemulihan dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (P4SDALH) Tahun Anggaran 2026. Selain pemulihan fisik, program ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat mengelola dan menjaga hasil rehabilitasi.

Tiga penerima bantuan tersebut adalah Kelompok Siaga Bencana (KSB) Muaro Aie, Kelompok Masyarakat Limau-Limau, dan Kelompok Masyarakat Ngalau Gadang. Jenis kegiatan pemulihan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.
KSB Muaro Aie menerima bantuan untuk rehabilitasi jaringan air bersih guna mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sementara itu, Kelompok Masyarakat Limau-Limau dan Ngalau Gadang menerima bantuan untuk rehabilitasi lahan yang diharapkan dapat memulihkan kondisi lahan serta mendukung pemanfaatannya secara produktif dan berkelanjutan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNAND, Prof. Dr. techn. Marzuki, yang hadir mewakili Rektor UNAND, menekankan bahwa pendampingan perlu berlanjut setelah kegiatan program selesai. Menurutnya, pendampingan selama tiga hingga empat bulan belum cukup untuk memastikan keberlanjutan kegiatan masyarakat.
Marzuki menyatakan UNAND siap melanjutkan pendampingan melalui berbagai skema pengabdian kepada masyarakat yang tersedia. Dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah, menurutnya, akan memperkuat upaya tersebut agar kelompok penerima dapat terus mengembangkan kegiatan dan memelihara hasil rehabilitasi.
Ia juga menekankan perlunya kolaborasi dalam menghadapi tingginya kerawanan bencana di Sumatera Barat. Pemulihan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, perangkat daerah, dan masyarakat.
Pentingnya keberlanjutan dan kolaborasi tersebut turut ditegaskan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Lisda Hendrajoni serta Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan BNPB Brigjen TNI Mochamad Arief Hidayat. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan Armen, organisasi perangkat daerah terkait, dan kelompok penerima bantuan.
Ketua Pelaksana P4SDALH, Dr. Mahdi, menjelaskan bahwa bantuan stimulan merupakan bagian dari upaya pemulihan wilayah pascabencana melalui rehabilitasi sarana, prasarana, dan lahan terdampak. Program ini diharapkan mendorong keterlibatan aktif masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas sumber daya alam dan kualitas lingkungan hidup.

Setelah penyerahan bantuan, kelompok penerima akan mengikuti bimbingan teknis untuk meningkatkan kapasitas pelaksanaan kegiatan dan mendukung keberlanjutan program. Pendampingan tersebut diharapkan membantu masyarakat menggunakan bantuan sesuai peruntukannya serta menjaga hasil pemulihan dalam jangka panjang.
Humas LPPM Universitas Andalas